Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan

11 Agustus 2014

Pendapat tentang dihapuskanya bidang study TIK untuk SMP


Dalam pelaksanaan Kurikulum 2013. Pelajaran/Bidang Study TIK (Tehnologi Informasi dan Komunikasi) di hapus/ditiadakan.
MMMM,,,,,Gimana Pendapat Anda....??

15 Desember 2011

,

Coret-coret dinding bagian dari seni atau ..?

Dengan adanya rencana pemindahan kantin sekolah kelokasi baru, di tahun baru yang akan datang, secara tidak langsung mengabarkan kepada kita bawah toilet akan berfungsi seperti hararapan kita, bisa ada kemungkinan toilet di SMP 6 Jember lebih besih, atau lebih terawat seperti harapan kita semua. karena kalau toilet bersih kita akan nyaman dan yang pasti tidak akan malu ketika ada tamu dari sekolah lain yang mengunjungi sekolah kita.
kita lihat di kamar mandi banyak sekali corat-coret siswa yang mulai menulis puisi/sair uangkapan sayang sampai sumpah serapah menghias dinding toilet.
artinya yang bikin konor dan jorok sebenarnya siswa itu sendiri. mereka tidak sama2 merawat toilet yang toh dipakai sendiri.
betul sih ada petugas kebersihan. tapi prilaku siswa yang mencorat2 dinding toilet tidak bisa terkendali dan tidak mendapat tindakan khusus.
jangankan ditoilet di yang tempatnya memang tertutup, di tempat terbuka juga banyak coretan, di pintu kelas, dinding kelas, bahkan dengan bangganya siswa kelas 8-D mencoret2 pintu, jendela dll dengan tulisan cokelat atau apa deh...dan ya.......sepetinya aman2 aja...
bagaimana menurut kalian......?
,

Upacara Bendera tiap Hari Senin

Tiap hari senin dilangsungkan upacara bendera....,
seperti biasa siswa berbaris dihalaman dan bersama-sama melaksanakan upacara bendera....
upacara bendera dimasudkan untuk melatih disiplin siswa dengan berbaris teruatur dan sekaligus mengenang perjuangan para pahlawan, yang berjuang membebaskan bangsa kita dari penjajahan menuju kemerdekaan dengan pengorbanan harta, keluarga dan bahkan nyawa.
tapi apa yang terjadi ketika upacara bendera berlangsung ...
banyak sekali siswa yang ramai sendiri, ngobrol kesana kemarin, bakan ada yang asik online pakai hp tau sekedar baca sms atau main game lewat ponsel.
tentunya kalian tahu dan minimal pernah melihat kejadian diatara salah satu yang disebutkan tadi...
Apa kometar kalian mengenai hal ini.....?
,

Bimbingan Konseling (BK) di mata siswa...... ?

Kalian tahu BK tidak...?
BK (Bimbingan Konseling) atau dulu ngetrend dengan panggilan BP.
 ada beberapa siswa ada yang ngeri ketika ada pangilan dari guru BK
dan beberapa siswa  ingin sekali masuk ruang BK ketika di dirundung persolan ketika mendapat permasalahan....
nah dikotak redaksi kami beberapa siswa memetanyakan hal ini
menurut kalian BK itu apa sih dan seperti apa sih dan buat kalian apa ngaruhnya....
apa yang kalian harapkan dari BK di sekolah kita....


Apa komentarmu tentang BK tsb.....
,

Dilarang membawa HP di Sekolah....(peraturan atau bukan sih...?)

Sebenernya larangan membawa HP itu masuk peraturan sekolah g sih.....?
pertanyaan itu sering kali dilontarkan siswa-siswi espana.....
beberapa anak ada yang ketakutan dan kwatir ketika membawa atau mempergunakan hp karena takut ada guru lewat dan merampasnya.....tapi tidak sedirkit siswa yang nyantai dan nyaman2 aja ber hp ria...
bahkan sering terlihat pemandangan siswa yang lagi main hp dan hanya dibiarkan saja oleh bapak atau ibu guru
kalaupun ada beberapa guru yang merampas, pulang sekolah juga dikembalikan lagi dan tidak ada sanksi khusus....
dan besoknya tidak ada perubahan pada siswa yang bersangkutan....
lantas peratuan ini bener ga sih.....?



pertanyaan ini sering masuk ke kotak redaksi dan kami bingung juga mau menjawabnya bagaimana.....
nah bagaimana menurut kalian........?

11 September 2011

Pengertian Jurnalistik

Pengertian istilah jurnalistik dapat ditinjau dari tiga sudut pandang: harfiyah, konseptual, dan praktis.
Secara harfiyah, jurnalistik (journalistic) artinya kewartawanan atau kepenulisan. Kata dasarnya “jurnal” (journal), artinya laporan atau catatan, atau “jour” dalam bahasa Prancis yang berarti “hari” (day). Asal-muasalnya dari bahasa Yunani kuno, “du jour” yang berarti hari, yakni kejadian hari ini yang diberitakan dalam lembaran tercetak.
Secara konseptual, jurnalistik dapat dipahami dari tiga sudut pandang: sebagai proses, teknik, dan ilmu.
1. Sebagai proses, jurnalistik adalah
“aktivitas” mencari, mengolah, menulis, dan menyebarluaskan informasi kepada publik melalui media massa. Aktivitas ini dilakukan oleh wartawan (jurnalis).

01 Mei 2010

Mengasah Empati Berbagi Simpati

Tazkiyatun NufusOleh:Dr. Setiawan Budi Utomo


dakwatuna.com– Sering kaliseseorang menilai dengan parameter subjektif dan melihat orang lain dengankacamata kuda sehingga tidak jarang salah memahami dan menyikapi peristiwasecara tidak arif. Hal itu karena minimnya kesadaran empati dalam memahamikelemahan, kesalahan, kekurangan, kejahilan dan kenaifan orang lain yangsebenarnya boleh jadi merupakan ujian kepekaan dan kejelian dalam mendulanghikmah dan pelajaran di balik berbagai peristiwa yang dilakoni orang lain tadi,alih-alih menjulurkan simpati. Empati menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI) adalah keadaan mental yang membuat seseorang merasa ataumengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama denganorang atau kelompok lain. Simpati dalam KBBI diartikan sebagai:

1.rasa kasih; rasa setuju (kepada); rasa suka

2.keikutsertaan merasakan perasaan (senang, susah, dsb) orang lain: rakyat yangmenderita akibat bencana alam itu mendapat simpati dari berbagai kalangan.

Suatuketika para sahabat yang sedang berada di masjid Nabawi terusik kesyahduandzikir mereka dan spontanitas bereaksi emosional tatkala seorang laki-laki Arabbadui tiba-tiba berulah kencing di dalam masjid yang saat itu lantainya masihberupa tanah. Demi melihat situasi panas tersebut Rasulullah saw dengan penuhempati dan kelembutan menyikapi dan meluruskan peristiwa tesa dan antitesasikap reaksi berang sahabat dan aksi bodoh Arab badui tersebut. Beliaumemerintahkan para sahabat untuk bersabar dan membiarkan Arab baduimenyelesaikan hajatnya serta meminta mereka menyiram bekas kencingnya agarmerembes ke tanah dan hilang najisnya. Setelah situasi reda dan dapat diatasi,Rasulullah segera memanggil mereka semua. Beliau memberikan bimbingan kepadapara sahabat tentang sikap empatik yang akan membawa hikmah yaitu denganmemaklumi ketidaktahuan Arab badui tersebut, menyadari reaksi kesabaran akandapat menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru.

Parasahabat akhirnya mengerti bahwa sikap empati yang membuahkan solusi masalahdengan menyiram dan membersihkan kencing sebagai pelajaran bagi si badui bahwaperbuatannya tidak benar yang telah mengotori tempat yang seharusnya dijagakesuciannya. Selain itu, mereka menyadari bahwa bersabar menanti selesainyakencing si badui akan menghindari tiga mudharat yakni gusarnya si badui yangmerasa terusik hajatnya, menyakiti saluran kencing si badui yang terganggukelancarannya, dan meluasnya area najis akibat kepanikan si badui dalammenuntaskan hajatnya. Kepada si badui Nabi saw memberikan pemahaman secarahalus bahwa perbuatannya tidak benar karena telah kencing di masjid dan itutidak pada tempatnya sebab masjid dibangun sebagai tempat suci untuk dzikrullahdan shalat. Jelang mendapat penjelasan empatik Nabi, si badui sangat terpesonapadanya dan sebaliknya masih kecewa dengan sikap berang sahabat seraya berdoa“Ya Allah masukkanlah aku dan Muhammad ke dalam surga dan janganlah Engkaumasukkan ke dalamnya seorang pun selain kami.” Lagi-lagi demi mendengar doayang tidak arif itupun nabi menyikapinya dengan penuh empati demi melihatkenaifannya tanpa membodoh-bodohkannya seraya meluruskan doanya: “Wahai kamu,ketahuilah bahwa surga itu sangat luas dan jika kita berdua saja yang masukniscaya akan sangat kesepian”.

Padasaat yang lain, kita saksikan sejarah Nabi yang telah membuktikan samudera jiwaempati tatkala seorang laki-laki dengan langkah tergesa-gesa menghadapnya.Nafasnya masih tersengal, turun-naik, sementara jantungnya berdetak cepat.Rasulullah menyambutnya dengan penuh santun. “Celaka bagi kami, wahaiRasulullah,” begitu ia mengawali pembicaraannya. “Aku telah melakukan hubungansuami-istri di siang Ramadhan.” Nampaknya lelaki ini sadar bahwa perbuatannyatelah melanggar syariah, yang karenanya ia harus menerima sanksi Rasulullahkemudian memberi petunjuk agar lelaki itu memerdekakan seorang budak. Lelakitersebut menggelengkan kepala tanda tidak sanggup melaksanakannya.

MakaRasulullah memberikan alternatif kedua, yaitu puasa selama dua bulanberturut-turut. Lagi-lagi lelaki tersebut menggeleng. Ia merasa tidak mampu untukmelakukannya. Dalam hatinya ia berkata, ‘Jangankan dua bulan, sedang yang satubulan saja sudah dilanggar.’ Rasulullah menawarkan solusi ketiga, yaitu memberimakan 60 orang fakir miskin. Untuk yang ketiga kalinya ia mengatakan tidaksanggup. Ia katakan bahwa untuk kebutuhan makan sehari-hari saja sudah seringmendapati kesulitan. Apalagi harus memberi makan kepada orang lain.

Denganpenuh kasih sayang Rasulullah kemudian memanggil istrinya agar mengambil bahanmakanan yang masih tersisa di rumahnya hingga cukup untuk menebus kewajibanlelaki tersebut. Sambil memberikannya, Rasulullah berpesan agar bahan makananitu dibagikannya kepada fakir miskin di kampungnya. Dengan sedikit menahanmalu, lelaki tersebut berkata polos, “Di kampung kami, orang yang paling miskinadalah saya sendiri.”Kepolosan lelaki itu ternyata membawa berkah tersendiri.Rasulullah menyampaikan agar bahan makanan itu diterima dan dimanfaatkansepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan anak istrinya. Ia pulang dengan perasaansuka cita. Selain mendapatkan bahan makanan, puasanya juga sudah tertebus. Duakeuntungan sekaligus diperoleh, keuntungan materi sekaligus keuntungan ukhrawi.

Kisahseperti ini rasanya sulit dimengerti untuk ukuran sekarang. Bagaimana seorangpemimpin dapat berlaku begitu santun. Sulit ditemukan sosok pemimpin yangluwes, lapang dada, santun, dan sabar memenuhi segala tuntutan ummatnyasebagaimana Rasulullah. Andaikata menemui lelaki seperti dalam kisah di atas,barangkali kita akan menghardiknya dengan kata-kata kasar, “Sudah tahu tidakmampu menebus dendanya, kenapa kamu sampai melanggar?” Atau kita katakan,“Pokoknya itulah ketentuan syariat, titik. Dengan cara apapun harus kamuupayakan. Pokoknya nggak mau tahu salahmu sendiri melanggar. Rasain sendiriakibatnya habis macam-macam saja.” Jangankan ikut membantu meringankan bebannyadengan memberi bahan makanan, memberi santunan dengan kata-kata yang halus danmenghibur saja mungkin sulit kita lakukan.

Disinilah terletak rahasia sukses kepemimpinan Rasulullah. Beliau bisa bersikaptegas, tapi lebih sering bersikap lemah-lembut kepada ummatnya. Justru sikapyang terakhir itu lebih dikedepannya dalam menghadapi setiap persoalan. Beliaubisa marah, tapi sikap pemaafnya jauh lebih luas dari segalanya. Apalagi jikaberhadapan dengan sesama ummat Islam. Allah sendiri menegaskan: “Muhammad ituadalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah kerasterhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih-sayang sesama mereka.” (QS.al-Fath: 29)

Itulahsebabnya Rasulullah sangat dicintai ummatnya. Saking cintanya, dalam sebuahbai’at, seorang lelaki pernah mengatakan, “Andaikata kita menyeberangi lautandengan kapal, kemudian di tengah lautan kita diperintahkan oleh Rasulullahuntuk mencebur ke laut, pasti kita lakukan.” Kepada ummatnya, Rasulullah selalumengedepankan sifat kasih sayang. Beliau berusaha mempermudah ummatnya dalammelaksanakan syariat agama. Bukan sebaliknya, memberi beban yang akhirnya takmampu dipikul oleh mereka.

KetikaIsra’ dan Mi’raj Rasulullah menyampaikan usulan kepada Allah agar ummatnyadiberi beban yang tidak terlalu berat dalam menunaikan ibadah shalat. Akhirnyaditetapkan shalat lima kali dalam sehari, sebagai suatu kewajiban yang sangatringan. Jika masih ada yang merasa keberatan, barangkali nafsunya yang terlaludominan.

Suatusaat beliau hendak mewajibkan bersiwak (gosok gigi) bagi kaum muslimin setiaphendak mendirikan shalat. Akan tetapi karena takut kewajiban itu memberatkan,maka akhirnya tidak beliau undangkan, meskipun bersiwak itu manfaatnya sangatbesar dalam upaya menjaga kesehatan. Bagi yang bersiwak disiapkan pahala besar,sementara yang tidak melakukannya juga tidak diancam apa-apa. Akhirnya bersiwakhanya menjadi anjuran. Sikap demikian itu sejalan dengan ketentuan Allah, yangdinyatakan dalam al-Qur’an: “Allah menginginkan kemudahan bagimu, dan tidakmenginginkan kesulitan bagimu.” (QS. al-Baqarah: 185)

KetikaRasulullah mengutus dua orang sahabat, yaitu Abu Musa dan Mu’adz ke Yaman untukberdakwah, beliau berpesan, “Gembirakanlah dan jangan kau takut-takuti.Mudahkanlah dan janganlah engkau mempersulit.”

Tugasseorang da’i, muballigh, ustadz atau guru agama adalah memberi jalan kemudahanbagi ummat Islam agar dapat menjalankan perintah Islam dengan sebaik-baiknya.Dalam hal ini, seorang juru dakwah wajib mempunyai bekal ilmu yang cukup, disamping sikap yang arif. Ilmu yang luas menjadikan seseorang lebih bisabersikap luwes dan lapang dada. Sementara ilmu yang hanya pas-pasan biasanyamendorong seseorang bersikap keras dalam menghadapi suatu persoalan.

Luasnyailmu dan wawasan akan nampak dalam sikapnya yang toleran. Dalam menghadapipersoalan ia tidak hanya menyodorkan satu alternatif, tapi tersedia berbagaipilihan. Orang lain diberi kebebasan untuk memilih sesuai kadar iman dan kemampuannya.

Allahsendiri ketika menyerukan hamba-Nya untuk bertaqwa, Dia menggunakan dua kalimatperintah. Pertama, Allah berfirman, “Bertaqwalah kamu sekuat kemampuanmu.”Kedua, Allah berseru, “Bertaqwalah kalian dengan sebenar-benar taqwa, danjanganlah kalian mati sehingga kalian benar-benar Islam.” Yang pertamaditujukan kepada mereka yang kadar imannya masih dalam proses penyempurnaan,sementara firman kedua ditujukan kepada mereka yang sudah siap menerima segalaperintah dan larangan-Nya tanpa reserve.

Nabisaw juga menerapkan hal sama. Dalam menghadapi satu pertanyaan yang diajukanoleh dua orang berbeda, jawaban Nabi juga selalu berbeda, disesuaikan dengankadar akal dan imannya. Nabi tidak memaksakan seseorang menerima hal yang sama,padahal kemampuan mereka untuk menerimanya sangat jauh berbeda. Di siniRasulullah sangat memperhatikan “proses”, bukan hasil semata-mata.

Dalamkaitannya dengan persoalan di atas, dianjurkan kepada juru dakwah, guru agama,atau muballigh agar lebih bijak dalam menyampaikan persoalan-persoalan agama.Jika ada dua pilihan, kenapa harus kita pilihkan satu saja? Bukankah merekajuga berhak memilih sesuai dengan kondisi dan keadaannya?

Bahkandalam hal ini, jika ada dua perkara yang sama-sama diperbolehkan oleh syariat,hendaknya kita memilih yang termudah. Kita tidak boleh bersikap terlalu keras,karena yang demikian itu justru menyimpang dari sunnah. Sikap tasyaddud,ekstrim, dan berlebih-lebihan sebagai cerminan kerasnya hati dan keringnya rasaempati sama sekali tidak disukai oleh Rasulullah. Selama tidak mengandung dosa,Rasulullah lebih memilih yang termudah dari dua perkara yang sama-sama boleh,ibahah. Sikap itulah yang hendaknya kita pilih, bukan sebaliknya. Dalam sebuahpesannya, beliau bersabda: “Hendaklah kamu bersikap lemah-lembut dan janganbersikap kasar. Sesungguhnya, tidaklah sikap lemah lembut itu ada pada sesuatukecuali menghiasinya, dan tidak pula ia lepas dari sesuatu kecualimengotorinya.” (HR Muslim)

Sikappara elit, tokoh, ulama, da’i, muballigh, pemimpin dan guru yang lebih menyukaisesuatu yang berat dan minim jiwa empati dalam menjalankan dan menegakkanrisalah kebenaran pada dasarnya tidak sesuai dengan sunnah, keluar dari teladanRasulullah saw. Sikap demikian sesungguhnya lebih terkait dengan kejiwaan.Itulah sebabnya, seorang muslim dianjurkan untuk terus-menerus melakukanpembersihan hati, tazkiyah, agar memiliki jiwa yang bersih, dada yang lapang,dan hati yang dipenuhi rasa kasih dan sayang.

Jikaada benih-benih keinginan untuk mempersulit atau memperberat suatu perkara,hendaknya para da’i segera meminta perlindungan dari Allah, memperbaharui iman,dan mensucikan hati dari sifat dendam dan iri hati. Jauhkanlah diri dari tipudaya setan. Sesungguhnya kita memerlukan ruh dari langit sehingga dapatmenempuh jalan dien ini dengan mudah. Hal itu dapat kita peroleh jika kitamemenuhi rongga dada kita dengan sifat kasih sayang, terutama pada dirisendiri. Caranya, jangan memaksakan diri, tidak mengangkat beban di luarkemampuan kita yang sebenarnya. Jika terhadap diri sendiri, kita sudah bersikapkasih dan sayang, maka kepada orang lain juga kita kembangkan sikap yang sama.Kasih sayang itu akan mengarahkan kita kepada sikap yang menghormati kemampuandan keterbatasan orang lain. Jika dengan semua orang kita harus bersikap empatitermasuk dalam merealisasikan dan menyebarkan pemikiran dan pemahaman kita,maka dengan orang-orang terdekat yang kita kasihi seharusnya lebih sensitif danpeka dalam empati dan tidak asal memaksakan kehendak dan ego.

StephenR. Covey (1999) mengingatkan kita untuk memahami implementasi makna empatisecara benar. Kebanyakan dari kita tidak berusaha untuk memahami dahulu, tetapisebaliknya ingin dipahami dahulu posisi dan pemikiran kita. Atau jika kitaingin berusaha memahami, kita sering sibuk mempersiapkan tanggapan kita danreaktif saat kita menyaksikan kejadian, menghadapi sikap atau mendengarkanpernyataan orang lain. Jadi, kita lebih sering mengevaluasi, menyarankan,menyelidiki, atau menerjemahkan dari sudut pandang kita sendiri sebelummemahami konsideran sikap dan peristiwa serta kesejatian masalah. Dan tidaksatu pun dari ini adalah tanggapan empatik yang memahami. Semuanya berasal darikesejatian diri kita, dunia kita dan nilai-nilai kita secara searah.

Dalamrangka mengasah empati itulah diperlukan riyadhah melatih diri dalam memberipetunjuk kepada siapa saja yang mendapati kesulitan, memaafkan atas semuakekhilafan, berlapang dada atas segala kealpaan, menuntun orang ke jalan yangterang tanpa harus mencari-cari kesalahan dan membuka aibnya. Bukankah Allahselalu berpesan: “Serulah kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaranyang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya TuhanmuDialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya danDialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS.An-Nahl:125), dan telah menegaskan: “Siapakah yang lebih baik perkataannyadaripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, danberkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS.Fushshilat:33). []

16 Maret 2010

SISWA MEMBAYAR ONGKOS PARKIR DISEKOLAH

Pernahkah terbayang dibenak anda, berapa pendapatan pemerintah dari perolehan parkir yang ada di jalan raya, belum lagi dari pajak yang peroleh dari parkir yang dikelola swasta . Tentunya tidaklah sedikit. Ketika mengangan- angankan tentang pendapatan parkir, saya tergelitik memperhatikan banyaknya motor yang terparkir dihalaman kelas di SMP 6 Jember. “kalau satu motor Rp. 500 atau Rp.1000 dalam sebulan bisa terbayang berapa penghasilan sekolah ini, lumayan bisa digunakan untuk kegiatan siswa” bayanganku sambil tertawa-tawa sendiri.

Saya ingin mengajak teman-teman semua keluar kelas, dan coba perhatikan halaman kelas kita, tak lagi nyaman untuk

bermain atau sekedar berjalan-jalan melepas penat ketika usai belajar/istirahat. Bila ditanya kenapa? Jawabannya jelas karena halaman kelas kita sudah dipenuhi oleh motor-motor para siswa dan juga motor bapak /ibu guru serta karyawan SMP 6 Jember.

Sudah tidak ada lagi halaman kosong di sekolah ini. Jangankan untuk bermain bola, upacara bendera tiap hari senin saja kita harus berdesakkan, sampai-sampai telinga kami tebal akibat seringnya dimarahi oleh bapak ibu guru yang jengkel melihat tingkah kami pada saat upacara yang sulit sekali tertib. “mohon maaf bapak dan ibu guru, bukannya kami tidak bisa tertib, namun situasi yang mengkondisikan kami seperti ini”. Selain tempat olahraga dan upacara yang menemui kesulitan, kami juga kesulitan berekspresi dilingkungan sekolah yang kian menyempit saja rasanya.

Dalam khayalan sempat terfikir, saya membuat lahan parkir di bawah tanah di SMP 6 Jember, lalu bagi siswa yang mau parkir motor harus membayar ke saya hehehehhe….”bisa kaya dong”. itu karena sudah tidak ada lagi jalan keluar yang bisa diambil dari logika berfikir saya, jangankan saya, bapak kepala sekolah saja masih pusing memfikirkannya kecuali alternative ekstrime yakni siswa dilarang membawa motor ke sekolah….ekstrime sekali mungkin pendapat saya….tapi mau bagaimana lagi, sedang tempat

parkir kita sudah berubah menjadi gedung. Apakah teman-teman punya saran…..? nah silahkan kirim ke kotak redaksi keris sena….biar bukan hanya saya yang pusing hehhehehe……..

07 Mei 2009

Bersama Keris Sena

(Menyapa dan berkarya) Oleh : Zulaicha VIII-A __________________________________ Membuka lebar demi lembar halaman majalah Keris Sena dari awal terbit sampai pada ahir penerbitan, melihat kembali tiap coret dan refisi redaksi yang tersimpan di arsip naskah Keris Sena yang menumpuk di ruang labaratorium komputer karena majalah sekolah ini masih belum memiliki kantor sekretariat, dan membaca setiap dokumen yang tersimpan dalam file pada folder Keris Sena. Aku bisa rasakan begitu beratnya tugas para kakak senior juga bapak dan ibu guru yang telah memperjuangkan eksistensi Keris Sena waktu itu. Susungguh tak terfikir olehku bahwa begitu rumitnya proses memproduksi dan memasarkan majalah sekolahku “Keris Sena”, hingga menepis semua prasangkaku terhadap
semua yang terjadi selama ini. Jujur sering kali selama ini aku menggerutu dalam hati, karena menunggu majalah sekolah yang gak terbit-terbit, sering juga kekecewan itu hadir ketika apa yang termuat di majalah jauh dari harapanku, bahkan tidak dipungkiri terkadang dulu ketika majalah terbit, ingin sekali aku mendapatkannya tapi malas untuk merogoh kocek untuk mengganti ongkos terbitnya. Kini jelaslah sudah, apa yang aku gundahkan selama ini mengenai majalah sekolahku. Jikalau dulu ketika majalah terbit aku dengan jeli meneliti setiap kesalahan yang ada dan seolah pakarnya aku mengkritik dan berkata dalam hati “seandainya saja aku terlibat dalam produksi majalah sekolah ini pasti karyaku lebih bagus dari ini semua”. Terdorong dari perasaan itu akhirnya aku putuskan untuk mengikuti ekskul jurnalis, setelah melalaui banyak kejadian dan pengetian tetang jurnalis serta suka duka mengelelola majalah sekolah, baru aku merasa bahwa aku terlalu naif untuk menggerutu dan menghakimi majalah yang secara langsung atau tidak langsung telah mewarnai dan meramaikan sekolahku SMPN 6 Jember. Apalagi setelah melalui pemilihan anggota jurnalis dan terpilih sebagai ketua redaksinya aku bisa merasakan begitu berat sekali perjuangan para seniorku terdahulu. Menjadi ketua redaksi majalah Keris sena merupakan Amanah yang bergitu berat bagiku karena aku harus meyakinkan para anggota jurnalistk yang juga hampir putus asah karena setiap karyanya sering pupus karena tidak terpublikasikan. Selain para anggota, aku juga harus berjuang menyakinkan kembali kepada teman-teman siswa-siswi SMP 6 Jember mengenai keberadaan majalah Keris Sena yang telah lama hilang dari ingatan mereka, juga meyakinkan kepada bapak ibu guru yang mungkin saja telah lupa kalau dulu mereka juga membanggakan majalah sekolah ini. Membuka kembali setiap naskah yang telah terkumpul di arsip redaksi meyakinkan aku bahwa perjuangan ini harus segera dimulai kembali sebelum nama “Keris Sena” sirna tertelan kenangan yang terlupakan. Semoga prasangka dan kritikan yang dulu pernah aku pelihara tidak lagi dimiliki oleh teman-teman siswa-siswi SMPN 6 Jember. Karena semuanya kini telah nyata dan yang terpantas adalah apa yang kita berikan untuk menjadikan sekolah kita ini membanggakan untuk di kenang dan membanggakan ketika di ceritakan nanti ketika kita bernostalgia. Selamat berkarya teman-teman. Karena dengan karya kita maka kebanggaan itu lahir tanpa rekayasa dan dengan dengan karya yang nyata kita tunjukan bahwa kita hidup indah berwarna. Icha Ketua redaksi Keris sena 2009.

19 Februari 2009

,

ERWIN MURIDKU YANG SPESIAL

Wajahnya biasa saja...., tak ada yang istimewa, penampilannya juga biasa saja namun dia berkarakter, badannya biasa saja namun beda..., itulah pandanganku sekilas tentang murid fenomenalku yang sekrang duduk di kelas IX dikelas yang unik IX-d dan barada di no Absen 13 suatu nomor yang di bilang angker..., Pemilik nama lengkap ERWIN KURNIA ZUKARNAIN Adalah
sosok yang begitu luarbiasa bagi catatan semua guru kelas 3 utamanya yang mengajar di kelas IX. erwin, yang wajahnya biasa saja ini ternyata memiliki daya tarik tersendiri bagi semua guru atau teman-temannya, terbukti banyak guru dan siswa yang mengenalnya dengan baik, penamilannya juga begitu berkarakter karena memiliki ciri khas baju yag selalu di keluarkan seperti layaknya anak sekolah suasta dan berada di pingiran desa yang pelosok sekali. badanya biasa saja namun beda dia keliahatn kurus terkesan sebagai seorang yang ahli puasa. Erwin...ada-ada saja kamu....gerutuhku dalam hati ketika masuk kelas dan memanggil dia karena kesalahan yang dia buat. banyak guru dan teman-teman berpendapat dia nakal sekali...tapi menurut saya normal saja bahkan dia cerdes...kenapa cerdes...? ya karena di pandai bersituasi....dia tau kalau bersalah sehingga dia menunukkan wajahnya dan berusaha menarik simpati untuk siapa saja orang yang yang dihadapannya itu mau dengan legawa memaklumi kesalahnya, beda sekali dengan muridku yang lain yang sudah jelas bersalah tapi berusaha untuk menutupi dan berkilah lalu mamasang wajah angker seolah bapak atau ibu gurunya itu anak kecil yang mudah di gertak dengan penamilannya yang seperti jin (menakutkan) tapi itu tidak dilakukan oleh erwin murid ku yang paling setia...lho kok setia mungkin pertanyaan itu terlepas begitu saja pada benak anda, benar erwin si pemilik nomor absen 13 ini sangat setia dan konsisten bagi saya karena tiap kali masuk kelasnya selalu saja erwin menemani untuk berdiri di sampaing saya sehingga terkesan selayaknya ajudan dan saya adalah persidennya. lho kenapa dia selalu berdiri didekat saya..ya..karena dia selulu setia dengan berbagai kesalahannya sehingga saya memanggilnya untuk berdiri di dekat saya...hal ini membuat PD saya karena yang dilihat teman sekelas bukan lagi Pak Nurul yang menjengkelkan tapi juga ada erwin si bintang kelas yang begitu memukau. Tapi erwin merupakan sosok pribadi yang asik untuk membangkitkan imajinasi untuk berkarya dan berfantasi...kok begitu ? iya.., karena setiap kegiatannya begitu menarik perhatian saya selaku gurunya. contohnya seuatu hari saya melihat erwin sedang berangkat sekolah dia di bonceng seorang wanita yang menurut saya adalah mamanya, dari belakang saya terus mengikutinya kelihatan sekali dari belakang Erwin sosok yang begitu penurut dan pendiam di hadapan mamanya, sedang mamanya memacu sepeda motor dengan santai dan hati-hati dan erwin dengan sabar dan setia berada diboncengannya "padahal aku pikir dia tidak akan sabar dan meloncat dari boncengan mamanya dan lalu berlari menuju sekolah" tapi ternyata tidak dia begitu sabar meskipun si thera siswi dari kelas lainnya menyalip dia layaknya raja jalanan dan seolah menunjukan pada erwin "Akulah penguasa jalanan dan erwin adalah debu jalanana". sesampai di pintu gerbang saya terus mengamati Erwin yang penurut turun dari motor lalu bersalamana seraya mencium tangan mamanya, lalu mama mengluarkan uang dan di berikan kepada erwin. sekilas melihat pemandangan itu aku seolah tidak percaya seorang Erwin yang terkenal nakal, usil dan jagoan di SMP 6 Jember ini ternyata sosok yang begitu lugunya di hadapan mama tercinta begitu nurut, begitu kecil di hadapan mamanya. Pemangdang ini sebenarnya biasa saja...tapi karena pelakunya adalah ERWIN seorang jagoan neon di sekolah ini maka pemandangan itu menjadi istimewa dan layak menjadi contoh bagi siswa-siswa nakal lainnya yang merupakan anak buah erwin. Erwin benar ...sesukses apaun seseorang, sekaya apapun, memiliki jabatan penguasa seluas apapun dia tetaplah anak bagi seorang ibu..." dan ingat sorga ada di telapak kaki ibu. dan buat erwin muridku yang paling baik, terima kasih kemarin sudah mengumpulkan tugas meski sudah hampir setahun Pak Nurul menunggu kamu mengumpulkan tugas komputer. Terima kasih juga karena kemarin mau Nurut tidak pulang dulu untuk menerima tambahan pelajaran dari gurumu yang menjengkelkan ini meskipun teman-tamanmu yang pada waktu itu berdiri dikelas bersamamu tidak hadir memenuhi tugasnya sepulang sekolah.dan tetaplah jadi jagoan, nakal dan berkarakter namun tetap memiliki prinsip dan bisa menepatkan situasi. karena nakal di seusiamu ini lebih wajar di bandingkan oleh beberapa orang tua yang tidak tau umur yang masih saja nakal. tapi Lebih bagus lagi bila saja kamu tidak nakal dan menjadi baik seperti pemandangan yang dilihat Pak gurumu ini di gerbang sekolah pada waktu itu. sukses buat Erwin dan semoga di ikuti oleh anak buahnya. bagamana pendapat mu tentang Erwin ini ...? DI KIRIM OLEH PAK NURUL 19 FEB 2009

05 Februari 2009

MEMBAKAR SEMANGAT DI UPACARA BENDERA HARI SENIN DI SEKOLAH

Upacara Bendera hari senin.. Seperti biasa tiap hari senin disekolah melaksanakan kegitan rutin upacara bendera. Pada kegiatan ini kita di ajak untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang dengan gagah berani merebut kemerdekaan bangsa dan dengan tumpahan darah mengibarkan sang saka Merah putih. Namun apa yang terjadi…
. Kegiatan ini menjadi kegitan yang berjalan tanpa makna…tak lagi di jumpai semangat membara ketika sang saka dikerek di tiang tertinggi. Semua sibuk berbincang. Bukan hanya siswa, bapak dan ibu guru yang kebetulan berdiri ditempat yang lebih sejuk tanpa sengatan matahari juga ada yang asyik menerima telp, dan terkadang beliau meninggalkan barisan masuk kedalam ruangan. Seandainya saja di sekolahku memiliki tanah lapang yang luas..sehingga bisa menampung semua siswa dan guru untuk melaksanakan kegitan rutin upacara. Dengan adil, (sama-sama tersengat matahari) mungkin upacara ini lebih khusuk, karena semangat kita sama-sama terbakar dan bergejolak memekikkan kata “merdeka” Bukan hanya begitu, kulit kita pun juga akan berteriak dan benar-benar meresapi makna sebuah pengorbanan dari mahalnya kemerdekaan Bagaimana menurut teman-teman….

KERINDUAN YANG TERBELI

Dengan Teknologi hidup menjadi muda…perkatan ini memang sangatlah benar, bahkan benar sekali, atau bisa di ucapkan dengan “Sangat Benar Sekali”. Kenapa begitu…tidak perlu di bahas kita sudah merasakannya setiap hari. Namun teknologi juga membuat kerinduan tak lagi menjadi suatu perasaan yang dahsyat.., Kenepa begitu
…: Hari Minggu saya berniat pulang ke kampung halaman di Ambulu, walaupun jaraknya tidak terlalu jauh tapi keinginan untuk pulang selalu saja menghantui. Sabtu malam aku menelfon ibu dirumah Ambulu, menanyakakan kabarnya, kegiatannya dan segalanya tentang Ibu…begitu juga kepada Adik yang kebetulan tinggal serumah dengan ibu, bersenda gurau dengan para keponakan tersayang hinggga berjam-jam lewat telfon. Setelah capek menelfon. aku coba cek pulsa ke *99 . ternyata pulsaku hanya berkurang Rp. 1200, padahal Hp sudah panas apalagi telingaku. Sedangkan kepuasan bertemu jarak jauh dengan keluarga di Ambulu telah terlaksana. Hari minggu dengan semangat “45 kita sekeluarga bergegas menuju desa yang telah menjadi nokta perjalanan masa kecil dan masa remajaku yang indah yakni Ambulu. Sesampai di Ambulu…Ibu dan keluarga sudah menunggu. Kita bersalaman dan kemudian kita duduk bersama-sama. Suasana hening…ibu yang dulunya ramai dengan pertanyaan2 basa-basi kini terdiam. Para keponakan Bayu, Riski, Arum dan Dinda hanya bersalaman lalu mereka bergegas kembali dengan aktivitas bermainnya seperi biasa. Lalu Ibu kembali masuk kamar dan merebah. Kenapa ini ….aku merasa kehilangan…., aku tidak lagi kangen seperti dulu…, tidak ada lagi pembicaraan yang ingin di bahas,….semuanya sudah tertuang tadi malam lewat fleksiku. Semua kerinduan telah terbeli Rp. 1200.Aku merasa kesepian…Kehilangan…kangen dan Rindu. Tapi kerinduan itu lebih kepada “Kapan Suasana Seperti Pada Waktu dulu terulang lagi” ketika seharian tidak meninggalkan rumah karena kuatir ada tukang Pos datang membawa surat dari kampung halaman. Kerinduan yang begitu dalam dan tak mungkin kembali lagi, karena zaman tak lagi menghendaki. Semua telah tergilas dan terhempas oleh zaman..zaman yang sudah menjadi roda teknologi. Aku jadi kesal pada teknologi…karena telah merampas rinduku… Rindu…kangen….yang merupakan produk yang tak bisa diproduksi…. Bagaimana menurut mu….

CINTA....

Cinta….sebuah kata yang begitu indah untuk dilantunkan baik dalam sair, puisi atau opini cinta tidak pernah kehabisan tempat. Dimana pun cinta di ucap maka disitu akan terjadi kehidupan. Memang kehidupan ini sendiri terlahir oleh
cinta, dan oleh karenanya cinta tidak akan hilang ketika hidup itu masih tertoreh… Apa pendapatmu tentang “Cinta”

Masa Muda itu Saat ini..., Masa yang tidak datang untuk kedua kali

Generasi muda adalah sebuah catatan yang unik, karena gejolaknya…sehingga pada masa itu menjadi sebuah catatan luar biasa yang mempengaruhi hidup manusia. terkadang ada yang tertunduk malu dan tidak bisa berkata-kata ketika kenangan masa muda itu hadir tergambar kembali. atau mungkin bertemu dengan pelaku sejarah yang telibat dalam catatannya. Namun ada juga yang ketika sejarah itu tersirat maka
semangat kembali menyala, memacu untuk terus berselancar dalam memorinya. Mengorek semakin dalam untuk di kenang…menjadi catatan begitu indah dan asyik untuk diobrolkan. Bahkan indah sekali untuk diceritakan pada orang tercinta di sebelah kita. Namun mengapa terjadi dua sisi yang berbeda dari siratan masa yang luar biasa ini. Dan bagaimana seharusnya kita sebagai generasi muda menyikapi dan mencatat masa ini. Semua kembali pada hati…. Dan apapun yang terjadi, masa yang kau alami ini (masa muda) hanya ada sekarang..! disaat ini dan tidak akan terjadi lagi nanti di usia tuamu…. Bagaimana menurutmu….. Apa yang ingin kau berikan….? Apa yang ingin kau catat…?

HARI VALENTINE YANG FENOMENAL

Hari valentine begitu fenomenal, ada yang Pro dan kontra. Dari sisi keyakinan beragama valentine merupakan suatu moment yang menjadi perdebatan. Tapi
dari sisi bisnis banyak kalangan di untungkan. Sedangkan bagi para kaum muda peristiwa ini menjadi sarana yang lebih meyenangkan dari banyak sisi. Seperti apa sih valentine menurut pendapat kamu, dan apa kamu setuju dengan peristiwa yang mendapat julukan hari kasih sayang ini, apa alasanmu….? Isikan komentarmu disini….

10 April 2008

OPINI EDISI 2

I AM THE WINNER Seorang pecundang akan berkata “Ini mungkin, tapi sulit” sedangkan seorang pemenang akan berkata “Ini sulit, tapi mungkin” Sekarang kita tinggal memilih, kita akan menjadi siapa? Seorang pecundang atau seorang pemenang? Seorang pecundang yang hanya dengan melihat saja sudah menyerah, pasang kuda – kuda dan dalam hitungan ketiga lari menjauh. Seorang pecundang
yang patah semangat, hilang kepercayaan diri, takut, dan percaya bahwa apa yang dilakukan akan percuma saja bahkan gatot (gagal total). Ataukah seorang pemenang, seorang pemenang yang percaya bahwa dia akan berhasil, dengan semangat, usaha, kerja keras, dan do’a dia percaya mampu menaklukkan dunia. Selanjutnya? Terserah anda! Saya yakin bahwa semua akan memilih menjadi seorang pemenang, karena memilih menjadi pemenang atau pecundang tidak sulit, sangat mudah hanya dengan memilih. Namun dalam pelaksanaan sulit untuk diterapkan. Hidup adalah sumber masalah, pertempuran atau bahkan medan perang yang tidak akan pernah berhenti. Sejak kita lahir hingga membaca tulisan ini, semuanya pertempuran. Pertempuran melawan ketidakmampuan, ketidakberdayaan, dan juga pertempuran melawan ketidak maha tahuan kita. Kita tercipta menjadi seorang pemenang sayangnya kita sendiri menjadikan diri kita seorang pecundang. Bagaimana tidak waktu kita kecil kita tidak mampu berbuat apa – apa, yang bisa kita lakukan hanya menangis. Lihatlah diri kita sekarang, kita bisa berjalan bahkan berlari, kita bisa makan bahkan membuat makanan, kita bisa berbicara bahkan bernyanyi. Coba banyangkan apa yang akan terjadi apabila sejak kita terlahir kita menjadi seorang pecundang yang takut belajar berjalan karena takut jatuh, yang takut makan sendiri karena takut belepotan dan ketakutan – ketakutan yang lain. Mungkin manusia akan punah karena tak mampu berbuat apa – apa. Apabila kita tercipta menjadi seorang pemenang, mengapa kita rubah diri kita menjadi seorang pecundang. Pecundang yang mencari kambing hitam atas kesalahannya, pecundang yang bila diberi penghalang akan berbalik arah, pecundang yang selalu mencari jalan pintas atas semua kesulitan, pecundang yang ingin sukses tanpa kerja keras dan pecundang yang selalu menunggu keajaiban turun dari langit. Salah satu rintangan akan kita hadapi [UAS, UAN, Ujian semester], satu rintangan yang sangat mudah dibandingkan rintangan – rintangan yang akan kita hadapi dihari yang akan datang. Inilah saatnya kita menentukan menjadi siapakah kita? Seorang pecundang atau menjadi seorang pemenang? Pemenang yang dengan sepenuh hati percaya bahwa dia akan menang, pemenang yang sadar bahwa keajaiban tidak datang dengan sendirinya melainkan dengan usaha dan kerja keras, pemenang yang tidak akan berbalik arah hanya karena ada penghalang didepannya, pemenang yang tidak akan bingung tuk mencari jalan pintas karena dia tahu dia berada di jalan yang benar, pemenang yang selalu menambah bekalnya untuk menemani perjalanannya, dan pemenang yang tidak akan membohongi diri sendiri dan orang lain tuk berbuat curang. Jika kita memilih menjadi pemenang, masih ada waktu tuk menyiapkan semua bekal, masih ada waktu tuk menyingkirkan semua rintangan, masih ada waktu tuk mengubah diri kita and the last: you must believe that you ar the winner!! S’mangat!!

15 September 2007

OPINI

“Jadilah Diri Ananda Sendiri” *Nurul Sariyono Teman akrab saya Susilo Hariyanto pernah menulis corat-coret pada sebuah buku kuliahnya bahwa dia bingung mau jadi apa. Dia sedih karena sepertinya tidak ada seorang pun yang memperhatikan dia apalagi seorang cewek. Padahal dia memiliki
semuanya, ia cakep, badan atletis, genius, menguasai semua jenis olahraga, bahkan dia seorang ketua Senat. Memang masa-masa remaja, masa-masa kuliah merupakan masa dimana seseorang berusaha menemukan arti hidupnya, dan mau jadi apa dia nantinya. Dan ini adalah salah satu keputusan penting yang harus dilalui oleh seseorang dalam hidupnya. Dr. James Gordon Gilkel mengatakan bahwa sesungguhnya dalam sejarah kehidupan manusia, ambisi untuk membentuk diri seperti apa adanya akan memperpanjang usia. Sama halnya dengan problem tidak punya ambisi untuk membentuk diri sebagaimana adanya merupakan sumber bagi terjadinya banyak ketegangan dan komplikasi psikologis. Seorang ahli yang lain mengatakan bahwa eksistensi ananda merupakan sesuatu yang lain, tiada seorang pun yang serupa dengan ananda dan ananda pun tidak serupa dengan orang lain. Sesungguhnya Tuhan yang Maha Pencipta telah memberikan keistimewaan kepada masing-masing diantara makhluk ciptaan-Nya. Allah SWT telah berfirman : “Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.” (QS 92:4) Angelo Battero telah menulis tiga belas buku dan ribuan artikel seputar Melatih dan Membina Bayi. Ia mengatakan bahwa tiada seorang pun yang lebih sengsara daripada seseorang yang menginginkan tidak menjadi diri, jasad dan pemikirannya sendiri. Allah SWT telah berfirman yang artinya : “Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya.” (QS 13:17) Masing-masing orang mempunya sifat, bakat dan kemampuannya masing-masing. Oleh karena itu, janganlah seesorang meleburkan diri untuk menjadi orang lain. Sesungguhnya kita diciptakan dengan dibekali bakat tertentu agar kita dapat menunaikan pekerjaan tertentu pula seperti pendapat kebanyakan orang, ”Perhatikan diri ananda dan kenalilah apa yang sudah ananda kerjakan.” Emerson dalam makalahnya seputar Percaya Diri mengatakan bahwa pada suatu saat pengetahuan manusia akan mencapai suatu keyakinan yang menyatakan bahwa sikap iri merupakan tindakan yang bodoh dan sikap menjiplak oranglain adalah tindakan bunuhdiri. Manusia akan menyadari bahwa dirinya harus menjadi dirinya sendiri, apapun kondisinya, sebab itulah nasibnya. Meski dunia ini dipenuhi dengan segala sesuatu yang ideal, tetap saja untuk mendapatkan sebutir biji, harus menanamnya terlebih dahulu dengan mengolah lahan yang disediakan untuknya. Kekuatan yang tersembunyi dalam diri merupakan hal yang baru di alam ini. Tiada seorang pun yang mengetahui sejauh mana kemampuannya, kecuali bila telah mencobanya. Dan benar nasehat sahabat lama saya Iim Amsori ketika melihat saya putus asa “Apapun Yang Terjadi Maka Jadilah Diri Kamu Sendiri” katanya sebelum pergi jauh ke Cirebon kampung halamannya, meninggalkan kami teman-teman kuliahnya.