Saat itu, hari Sabtu tanggal 15 Oktober jam menunjukkan pukul 12,00, saya, Rika Badriah, Dian dan Ayu bersama P.Joko dan P.Nurul bersama mengendarai mobil milik P.Joko berangkat untuk mengantar dan menindaklanjuti proposal kegiatan yang sudah dan akan kami masukkan pada perusahaan – perusahaan. Pertama yang kami tuju adalah Dealer Yamaha, Cahya Yamaha yang berlokasi di daerah Kebonsari. Saat kami tiba, pimpinannya sedang keluar, dan kami ditemui oleh CS bernama Fenny. P.Joko menyampaikan banyak hal terutama kegiatan – kegiatan OSIS yang perlu dan butuh dukungan dana dari perusahaan – perusahaan yang ada di kota Jember, termasuk Cahya Yamaha. Satu hal yang saya terkesan, cara penyampaian pak Joko yang begitu jelas dan lugas, dengan intonasinya yang kalem dan meyakinkan. Dan sambutan pihak Dealer begitu baik, terutama saat disampaikan bahwa dana OSIS yang dibayarkan oleh orang tua murid setahun sekali tidaklah mencukupi untuk mendanai semua kegiatan kami. Dalam kesempatan itu, disampaikan tentang rencana pemasangan Baliho dengan ukuran 3 x 5 m dengan tema ‘Mengedepankan pendidikan berkarakter bersama Yamaha’, yang berisi foto Kepala SMP 6 Jember bersama salah seorang siswa di depan Motor Yamaha Mio dengan latar balakang visi misi sekolah. Pak jack,(panggilan akrab kami untuk pak Joko),menawarkan disain dan listrik dari SMP 6 sementara lampu sorot, dan masalah perpajakan menjadi tanggung jawab Cahya Yamaha. Untuk penawaran kerjasama tersebut pak jack minta dana untuk OSIS sebesar 10 juta dalam rentang 1 (satu) tahun. CS tersebut berjanji akan menyampaikan penawaran kerjasama tersebut kepada pimpinanya, dan kami diminta kembali 3 hari berikutnya. Tidak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 13.30 dan kami harus segera ke Rembangan untuk mengantar perijinan tempat dimana siswa peserta extra Jurnalis akan mengadakan Diklat LDK.
Tampilkan postingan dengan label Perspektif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perspektif. Tampilkan semua postingan
10 April 2008
Perspektif
PERSPEKTIF
EDISI 2
Pada hari itu wajah SMP 6 Jember sedikit berbeda dari hari-hari biasanya. Kalau biasanya tiap pagi siswa-siswi selalu disuguhi wajah artis-artis kawakan seperti pak Yohanes, Pak Mat dan juga pak Rohim plus bonusnya adalah Pak Timbul sebagai super Hero, kali ini beda…beda…dan beda. Karena hari itu SMP 6 Jember kedatangan tamu istimewa dengan wajah-wajah yang sekejap mata mampu mengobati kejenuhan karena pemandangan sebelumnya.
Tamu istimewa itu tidak lain adalah
mahasiswa-mahasiswi yang sedang melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL). Hal ini kontan saja membuat semua siswa-siswi senang bukan main, karena mereka akan berinteraksi langsung dengan para senior mereka yang didaulat menjadi bapak dan ibu guru mereka untuk beberapa waktu, guna membantu meningkatkan mutu pembelajaran sekaligus mengamalkan Ilmu yang diperolehnya di bangku kuliah kepada siswa-siswi SMP 6 Jember serta membantu pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan bidang studinya masing-masing. Menariknya, bapak dan ibu guru PPL ini selain cakep, cantik-cantik, sopan, baik hati dan yang terpenting tidak pelit lagi, hihihi…… (ya mungkin aja dengan ditulis seperti ini besok yang bersangkutan membuktikannya minimal dengan mentraktir anggota Keris Sena Bakso Pak Ramsin…ehm..)
Program Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan titik kulminasi dari seluruh program pendidikan yang telah dihayati dan dialami oleh mahasiswa. Sehingga dapat diartikan Program Pengalaman Lapangan (PPL) sebagai suatu program yang merupakan ajang pelatihan untuk menerapkan berbagai pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam rangka pembentukan guru yang profesional. PPL juga merupakan suatu program yang mempersyaratkan kemampuan aplikatif dan terpadu dari seluruh pengalaman belajar sebelumnya ke dalam program latihan. Aplikasinya berupa kinerja dalam semua hal yang berkaitan dengan jabatan keguruan, baik kegiatan mengajar maupun tugas – tugas keguruan lainnya yang diwujudkan dalam bentuk pelatihan terbatas, pelatihan terbimbing, dan pelatihan mandiri yang diarahkan kepada terbentuknya kemampuan keguruan, yang terjadwal secara sistematis di bawah bimbingan dosen pembimbing dan guru pamong yang memenuhi syarat.
Tujuan PPL sendiri secara umum adalah terbentuknya pribadi calon pendidik yang memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap yang cakap dan tepat dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran. Sedangkan secara khusus tujuan PPL adalah:
ü Mengenal secara cermat lingkungan fisik, administrative, akademik, dan sosial psikologi sekolah.
ü Menguasai berbagai keterampilan mengajar.
ü Menerapkan berbagai kemampuan professional keguruan secara utuh dan terpadu dalam situasi nyata.
ü Mampu mengembangkan aspek pribadi dan sosial di lingkungan sekolah.
ü Menarik kesimpulan nilai edukatif dari penghayatan dan pengalamannya selama pelatihan melalui refleksi, dan menuangkan hasilnya dalam pembuatan laporan.
Nah….untuk lebih mengenal bapak dan ibu guru PPL yang cakep-cakep dan manis-manis ini maka kru Keris Sena dengan senang hati memperkenalkan lebih dekat kepada kawan-kawan SMP 6 Jember agar lebih akrab karena ada pepatah “tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak dapat traktiran” eh.. maaf kalau kelebihan.
Langganan:
Postingan (Atom)
